Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK di SD
Pengembangan
kompetensi matematika diarahkan untuk meningkatkan kecakapan hidup
(life skill), terutama dalam membangun kreatifitas, kemampuan berpikir
kritis, berkolaborasi atau bekerjasama dan keterampilan berkomunikasi
yang menjadi tuntutan keterampilan abad 21. Selain itu, pengembangan
kompetensi matematika juga menekankan kemahiran atau keterampilan
menggunakan perangkat teknologi untuk melakukan perhitungan teknis
(komputasi) dan penyajian dalam bentuk gambar dan grafik (visualisasi),
yang penting untuk mendukung keterampilan lainnya yang bersifat
keterampilan lintas disiplin ilmu dan keterampilan yang bersifat
nonkognitif serta pengembangan nilai, norma dan etika (soft skill).
Dukungan
pembelajaran matematika dalam kaitan pengembangan sikap spiritual dan
sikap sosial dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran tidak
langsung/indirect teaching, berupa pembiasaan-pembiasaan perilaku baik,
keteladanan, dan tindakan perbaikan secara langsung untuk mengembangkan,
membangun atau meningkatkan perilaku positif siswa.
Cakupan
materi matematika di SD meliputi bilangan asli, bulat, dan pecahan,
geometri dan pengukuran sederhana, dan statistika sederhana. Pendidikan
matematika di sekolah diharapkan memberikan kontribusi dalam mendukung
pencapaian kompetensi lulusan pendidikan dasar dan pendidikan menengah
melalui pengalaman belajar, agar mampu:
- Memahami konsep dan menerapkan prosedur matematika dalam kehidupan sehari-hari;
- Melakukan
operasi matematika dalam bentuk operasi hitung, menganalisis komponen
atau sifat dari suatu ekspresi atau kalimat matematika serta
menyederhanakan ekspresi matematika untuk menyelesaikan masalah.
- Berpikir
kritis melalui penalaran matematis yang meliputi membuat generalisasi
berdasarkan pola, fakta, fenomena atau data yang ada, membuat dugaan dan
memverifikasinya, menjelaskan alasan dalam mengklasifikasi berbagai
benda berdasar bentuk, warna, kemiripan, dan perbedaan berdasar kriteria
tertentu.
- Memecahkan masalah dan mengomunikasikan gagasan
melalui simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas
keadaan atau masalah;
- Menumbuhkan sikap positif seperti sikap
logis, kritis, cermat, teliti, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan
masalah, sebagai wujud implementasi kebiasaan dalam inkuiri dan
eksplorasi matematika.
- Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar
B.Karakteristik dan Kompetensi Mata Pelajaran PJOK pada Kurikulum 2013
Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada hakikatnya adalah proses
pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan
perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik,
mental, serta emosional. PJOK memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan
utuh, makhluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang
yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. PJOK membantu siswa
mengembangkan pemahaman tentang apa yang mereka perlukan untuk membuat
komitmen seumur hidup tentang arti penting hidup sehat dan aktif
mengembangkan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang memuaskan dan
produktif. Hal ini berdampak pada meningkatkan produktivitas dan
kesiapan untuk belajar, meningkatkan semangat, mengurangi
ketidakhadiran, mengurangi biaya perawatan kesehatan, penurunan kelakuan
anti-sosial seperti bullying dan kekerasan, mempromosikan hubungan yang
aman dan sehat, dan meningkatkan kepuasan pribadi.
1. Karakteristik Perkembangan Gerak Anak Usia SD
Karakteristik
perkembangan gerak anak turut mempengaruhi penentuan kompetensi mata
pelajaran PJOK. Karakteristik gerak tersebut dibedakan menurut usia
anak, seperti berikut.
- Pada
usia antara 7-8 tahun, anak sedang memasuki perkembangan gerak dasar
dan memasuki tahap awal perkembangan gerak spesifik. Karakteristik awal
perkembangan gerak spesifik dapat diidentifikasi dengan makin
sempurnanya kemampuan melakukan berbagai kemampuan gerak dasar yang
menuntut kemampuan koordinasi dan keseimbangan agak kompleks. Oleh
karenanya, keterampilan gerak yang dimiliki anak telah dapat
diorientasikan pada berbagai bentuk, jenis dan tingkat permainan yang
lebih kompleks.
- Pada anak berusia antara 9 s.d 10 tahun, anak
telah dapat mengunjukkerjakan rangkaian gerak yang multipleks-kompleks
dengan tingkat koordinasi yang makin baik. Kualitas kemampuan pada tahap
ini dipengaruhi oleh ketepatan rekayasa dan stimulasi lingkungan yang
diberikan kepada anak pada usia sebelumnya. Pada tahap ini, anak
laki-laki dan perempuan telah memasuki masa awal masa remaja. Dengan
pengaruh perkembangan hormonal pada usia ini, mereka akan mengalami
pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi motorik yang sangat cepat.
2. Ruang Lingkup Materi Mata Pelajaran PJOK Kelas IV, V, dan VI adalah Sebagai Berikut:
- Pola
Gerak Dasar, meliputi: a) pola gerak dasar lokomotor atau gerakan
berpindah tempat, misalnya; berjalan, berlari, melompat, berguling, b)
pola gerak non-lokomotor atau bergerak di tempat, misalnya; membungkuk,
meregang, berputar, mengayun, mengelak, berhenti, c) Pola gerak
manipulatif atau mengendalikan/mengontrol objek, misalnya; melempar
bola, menangkap bola, memukul bola menggunakan tongkat, menendang bola.
- Aktivitas
Permainan Bola Besar misalnya: sepakbola, bolavoli, bolabasket,
bolatangan dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
- Aktivitas Permainan Bola Kecil misalnya: rounders, kasti, softball, dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
- Aktivitas Atletik misalnya: jalan, lari, lompat, dan lempar, dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
- Aktivitas Beladiri misalnya: seni beladiri pencak silat, karate, taekwondo, dan/atau beladiri lainnya.
- Aktivitas
Pengembangan Kebugaran Jasmani, meliputi sikap tubuh, pengembangan
komponen kebugaran berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan, serta
pengukurannya secara sederhana.
- Aktivitas Senam meliputi: pola gerak dominan dengan dan tanpa alat.
- Aktivitas
Gerak Berirama meliputi: pola gerak dasar langkah, gerak dan ayunan
lengan, musikalitas serta apresiasi terhadap kualitas estetika gerakan.
- Aktivitas Air, meliputi: pengenalan air, keselamatan dan pertolongan di air, dan beberapa gaya renang.
- Kesehatan,
meliputi; bagian-bagian tubuh, manfaat pemanasan dan pendinginan,
kebersihan lingkungan, manfaat istirahat dan pengisian waktu luang,
makanan bergizi dan jajanan sehat, jenis cidera dan cara
penanggulangannya, perilaku terpuji, kebersihan alat reproduksi, NAPZA,
pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak
menular.
Download Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK di SD
Demikian ulasan materi Panduan Pembelajaran Matematika dan PJOK di SD semoga bermanfaat.